Jakarta, Kompas
Korut yang kini berperingkat ke-81 dalam peringkat FIFA terbaru (Indonesia terpuruk di urutan ke-168) datang ke Jakarta dalam status juara Piala Challenge. Ini ajang sepak bola antarnegara Asia dan hajatan resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang satu tingkat di bawah Piala Asia. Sebagai juara Piala Challenge, tim asuhan Yun Jong Su itu telah memastikan lolos ke Piala Asia 2015 Australia.
Korut juga lolos ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Selain datang dengan sebagian besar pemain muda yang menjuarai Piala Challenge, Korut juga masih diperkuat empat pilar eks Afrika Selatan. Mereka adalah kiper Ri Myong Guk, bek Pak Nam Chol, bek Ri Kwang Hyok, dan gelandang Ri Chol Myong.
”Yang jelas kami akan bermain semaksimal mungkin. Kami berusaha mengimbangi. Kami akui, Korut kuat dan sudah pernah berlaga di Piala Dunia,” kata Nil Maizar, pelatih timnas senior Indonesia, Minggu (9/9).
Tim Merah Putih tidak tampil dengan kekuatan pemain-pemain terbaik yang ada di negeri ini. Sebagian dari mereka memilih bergabung ke dalam tim bentukan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia yang saat ini menjalani pemusatan latihan di Batu, Jawa Timur. Sebagai pelatih, Nil Maizar tidak terlalu memusingkan hal tersebut dan hanya berfokus memaksimalkan materi yang ada.
Nil Maizar menyebutkan, kiper Wahyu Tri Nugroho absen karena cedera. Posisi di bawah mistar sepertinya akan ditempati Syamsidar. Nil Maizar bakal memainkan formasi 4-4-2 dengan duet Irfan Bachdim dan Samsul Arif di ujung tombak. Mantan Pelatih Semen Padang itu menunjuk Elie Aiboy yang akan diplot sebagai gelandang kanan, sekaligus kapten tim.
Di lini belakang, ada Novan Setyo Sasongko, Wahyu Wijiastanto, Handi Ramdhan, dan Hengky Ardilles
Bagi Indonesia, laga ini merupakan bagian dari persiapan mereka untuk tampil di Piala AFF 2012 Malaysia-Thailand, mulai November mendatang. Setelah melawan Korut, tim Merah Putih akan menjamu Vietnam di Surabaya (14 September), lalu ke Vietnam (22 September), dan melawan Brunei (26 September).
Kemarin, pemain Indonesia hanya berlatih pagi hari. Hal ini berbeda dari pemain Korut yang digenjot latihan keras sekitar 1,5 jam sejak sore hingga petang hari di Lapangan Timnas, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.
Porsi latihan mereka seperti porsi latihan fisik. Di sela-sela
Jarang terlihat mereka salah
Dengan latihan sekeras itu, Pelatih Yun Jong Su juga seolah tak memberi kesempatan para pemainnya mengambil napas. Selesai satu sesi, berlanjut dengan sesi dan materi lain.