Timnas senior

Indonesia Coba Imbangi Korut

Kompas.com - 10/09/2012, 03:32 WIB

Jakarta, Kompas - Tim nasional Indonesia senior memulai serangkaian laga uji coba internasional sepanjang September ini dengan menghadapi tim kuat Korea Utara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (10/9) malam. Melihat kualitas dan persiapan akhir, jika mampu menahan imbang tim tamu, hal itu sudah menjadi hasil yang bagus bagi tim ”Merah Putih”.

Korut yang kini berperingkat ke-81 dalam peringkat FIFA terbaru (Indonesia terpuruk di urutan ke-168) datang ke Jakarta dalam status juara Piala Challenge. Ini ajang sepak bola antarnegara Asia dan hajatan resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang satu tingkat di bawah Piala Asia. Sebagai juara Piala Challenge, tim asuhan Yun Jong Su itu telah memastikan lolos ke Piala Asia 2015 Australia.

Korut juga lolos ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Selain datang dengan sebagian besar pemain muda yang menjuarai Piala Challenge, Korut juga masih diperkuat empat pilar eks Afrika Selatan. Mereka adalah kiper Ri Myong Guk, bek Pak Nam Chol, bek Ri Kwang Hyok, dan gelandang Ri Chol Myong.

”Yang jelas kami akan bermain semaksimal mungkin. Kami berusaha mengimbangi. Kami akui, Korut kuat dan sudah pernah berlaga di Piala Dunia,” kata Nil Maizar, pelatih timnas senior Indonesia, Minggu (9/9).

Tim Merah Putih tidak tampil dengan kekuatan pemain-pemain terbaik yang ada di negeri ini. Sebagian dari mereka memilih bergabung ke dalam tim bentukan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia yang saat ini menjalani pemusatan latihan di Batu, Jawa Timur. Sebagai pelatih, Nil Maizar tidak terlalu memusingkan hal tersebut dan hanya berfokus memaksimalkan materi yang ada.

Nil Maizar menyebutkan, kiper Wahyu Tri Nugroho absen karena cedera. Posisi di bawah mistar sepertinya akan ditempati Syamsidar. Nil Maizar bakal memainkan formasi 4-4-2 dengan duet Irfan Bachdim dan Samsul Arif di ujung tombak. Mantan Pelatih Semen Padang itu menunjuk Elie Aiboy yang akan diplot sebagai gelandang kanan, sekaligus kapten tim.

Di lini belakang, ada Novan Setyo Sasongko, Wahyu Wijiastanto, Handi Ramdhan, dan Hengky Ardilles

Bagi Indonesia, laga ini merupakan bagian dari persiapan mereka untuk tampil di Piala AFF 2012 Malaysia-Thailand, mulai November mendatang. Setelah melawan Korut, tim Merah Putih akan menjamu Vietnam di Surabaya (14 September), lalu ke Vietnam (22 September), dan melawan Brunei (26 September).

Latihan keras Korut

Kemarin, pemain Indonesia hanya berlatih pagi hari. Hal ini berbeda dari pemain Korut yang digenjot latihan keras sekitar 1,5 jam sejak sore hingga petang hari di Lapangan Timnas, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.

Porsi latihan mereka seperti porsi latihan fisik. Di sela-sela passing cepat dan pendek, mereka digenjot lari sprint berulang dalam beberapa variasi. Selesai, mereka kembali menjalani passing cepat antarpemain dengan kombinasi umpan panjang. Semua dilakukan pemain Korut hampir sempurna.

Jarang terlihat mereka salah passing, umpan tidak akurat, atau kontrol bola meleset. Kondisi permukaan lapangan dan rumput yang tidak merata sama sekali bukan halangan bagi mereka. Selama latihan game, semua pemain dengan jelas berkomunikasi secara verbal sehingga lapangan riuh dengan ucapan komunikasi mereka.

Dengan latihan sekeras itu, Pelatih Yun Jong Su juga seolah tak memberi kesempatan para pemainnya mengambil napas. Selesai satu sesi, berlanjut dengan sesi dan materi lain. (SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau