Raih Masa Depan dengan Aplikasi Keren

Kompas.com - 24/09/2012, 08:28 WIB

dok. Kibar Kreasi Suasana roadshow Appmazinc di Double Dipps, Depok, 21 September 2012.


DEPOK, KOMPAS.com -
Mengapa Apple bisa menjual lebih banyak perangkat iOS-nya? Salah satu rahasianya adalah, banyak aplikasi bagus di platform tersebut.

Hal itu dikemukakan Salim Ezer, Head of Technology & Program Management, Qualcomm Indonesia, dalam roadshow Appmazinc yang digelar di DoubleDipps, Depok, Jumat 21 September 2012.

Tak hanya banyak, aplikasi di atas platform iOS menurutnya lebih optimal. Hal ini karena aplikasi dan experience di platform Apple dirancang agar cocok dengan hardware yang digunakan perangkatnya.

Itu salah satu yang mendasari Qualcomm untuk mendukung event Appmazinc: Mobile Apps Camp 2012. Salim mengatakan pihaknya ingin developer bisa mengembangkan aplikasi dengan lebih memperhatikan hardware di balik perangkat.

Saat ini Qualcomm memang digunakan di banyak perangkat ponsel di dunia. Mulai dari iPhone 5 (untuk terhubung ke LTE), berbagai handset Android dengan prosesor Snapdragon hingga perangkat seperti BlackBerry.

Menurut Salim, saat ini Snapdragon digunakan oleh lebih dari 50 pemanufaktur perangkat. Jumlah perangkat yang sedang dikembangkan dengan platform tersebut diperkirakan melebihi 400 tipe.

Dalam roadshow di Depok, hadir pula Izak Jenie, pendiri M-Saku Mobile Payment. Izak pun berbagi beberapa tips untuk pengembangan aplikasi yang keren.

Salah satu tips menarik dari Izak adalah, jangan selalu berpikir untuk mengembangkan aplikasi "mainstream", misalnya pada platfrom yang sedang nge-tren. "Coba, bersainglah di area yang orang lain tidak garap," ujarnya.

Appmazinc

Gelaran Appmazinc akan diadakan pada 16-17 November 2012 di kampus Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan selama dua hari ini menghadirkan konferensi, pameran serta bursa kerja industri mobile.

Yansen Kamto, CEO Kibar Kreasi selaku penyelenggara Appmazinc, mengatakan bahwa acara ini dimaksudkan untuk mengenalkan tren teknologi mobile terbaru. Menurutnya, ada potensi besar dari industri mobile di Indonesia.

"Potensi ini mestinya dapat dieksplorasi lebih lanjut oleh para pengembang aplikasi mobile, karena kita tidak bisa hanya menjadi pengguna saja. Indonesia juga mampu menciptakan aplikasi yang bisa mendunia," ujarnya.

Selain Qualcomm sebagai pendukung utama Appmazinc, beberapa perusahaan pengembang aplikasi lokal juga berpartisipasi di acara tersebut, termasuk 7 Langit, AR & Co dan Jatis. Mereka akan berbagi hal-hal menarik dalam konferensi yang digelar pada hari kedua.

Sedangkan untuk mahasiswa yang tertarik mempelajari pengembangan aplikasi, Appmazinc menawarkan workshop. Platform yang dipelajari saat workshop mencakup Android, Windows Phone, Brew dan Software Developement Kit Qualcomm.

Appmazinc juga menyelenggarakan kompetisi pengembangan aplikasi mobile yang dimulai sejak 21 September, dan akan ditutup pada tanggal 15 November. Kompetisi ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menciptakan aplikasi mobile berisi konten lokal dengan menggunakan teknologi dari Qualcomm, yaitu FastCV dan Qualcomm Vuforia.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini bisa diakses di www.appmazinc.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau