Suasana roadshow Appmazinc di Double Dipps, Depok, 21 September 2012.
DEPOK, KOMPAS.com - Mengapa Apple bisa menjual lebih banyak perangkat iOS-nya? Salah satu rahasianya adalah, banyak aplikasi bagus di platform tersebut.
Hal itu dikemukakan Salim Ezer, Head of Technology & Program Management, Qualcomm Indonesia, dalam roadshow Appmazinc yang digelar di DoubleDipps, Depok, Jumat 21 September 2012.
Tak hanya banyak, aplikasi di atas platform iOS menurutnya lebih optimal. Hal ini karena aplikasi dan experience di platform Apple dirancang agar cocok dengan hardware yang digunakan perangkatnya.
Itu salah satu yang mendasari Qualcomm untuk mendukung event Appmazinc: Mobile Apps Camp 2012. Salim mengatakan pihaknya ingin developer bisa mengembangkan aplikasi dengan lebih memperhatikan hardware di balik perangkat.
Saat ini Qualcomm memang digunakan di banyak perangkat ponsel di dunia. Mulai dari iPhone 5 (untuk terhubung ke LTE), berbagai handset Android dengan prosesor Snapdragon hingga perangkat seperti BlackBerry.
Menurut Salim, saat ini Snapdragon digunakan oleh lebih dari 50 pemanufaktur perangkat. Jumlah perangkat yang sedang dikembangkan dengan platform tersebut diperkirakan melebihi 400 tipe.
Dalam roadshow di Depok, hadir pula Izak Jenie, pendiri M-Saku Mobile Payment. Izak pun berbagi beberapa tips untuk pengembangan aplikasi yang keren.
Salah satu tips menarik dari Izak adalah, jangan selalu berpikir untuk mengembangkan aplikasi "mainstream", misalnya pada platfrom yang sedang nge-tren. "Coba, bersainglah di area yang orang lain tidak garap," ujarnya.
Appmazinc
Gelaran Appmazinc akan diadakan pada 16-17 November 2012 di kampus Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan selama dua hari ini menghadirkan konferensi, pameran serta bursa kerja industri mobile.
Yansen Kamto, CEO Kibar Kreasi selaku penyelenggara Appmazinc, mengatakan bahwa acara ini dimaksudkan untuk mengenalkan tren teknologi mobile terbaru. Menurutnya, ada potensi besar dari industri mobile di Indonesia.
"Potensi ini mestinya dapat dieksplorasi lebih lanjut oleh para pengembang aplikasi mobile, karena kita tidak bisa hanya menjadi pengguna saja. Indonesia juga mampu menciptakan aplikasi yang bisa mendunia," ujarnya.
Selain Qualcomm sebagai pendukung utama Appmazinc, beberapa perusahaan pengembang aplikasi lokal juga berpartisipasi di acara tersebut, termasuk 7 Langit, AR & Co dan Jatis. Mereka akan berbagi hal-hal menarik dalam konferensi yang digelar pada hari kedua.
Sedangkan untuk mahasiswa yang tertarik mempelajari pengembangan aplikasi, Appmazinc menawarkan workshop. Platform yang dipelajari saat workshop mencakup Android, Windows Phone, Brew dan Software Developement Kit Qualcomm.
Appmazinc juga menyelenggarakan kompetisi pengembangan aplikasi mobile yang dimulai sejak 21 September, dan akan ditutup pada tanggal 15 November. Kompetisi ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menciptakan aplikasi mobile berisi konten lokal dengan menggunakan teknologi dari Qualcomm, yaitu FastCV dan Qualcomm Vuforia.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini bisa diakses di www.appmazinc.com
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang