Hanya Nasib yang Bisa Redam Barca

Kompas.com - 02/10/2012, 03:09 WIB

LISABON, SENIN - Benfica tahu betul, Barcelona bukan pesaing lolos ke 16 besar. Ini bukan berarti menyerah sebelum menjamu raksasa Spanyol pada penyisihan Grup G Liga Champions di Lisabon, Selasa (2/10). Ini kesadaran mereka, meski limbung di jantung pertahanan, Barca tetap sulit dijinakkan.

”Barcelona tidak hanya tim favorit di penyisihan grup, tetapi juga (favorit) juara Liga Champions. Secara teori, Celtic, Benfica, dan Spartak dapat berebut tiket (lolos) lainnya,” kata Jorge Jesus, Pelatih Benfica.

Meski tidak dikemukakan eksplisit, satu tiket lolos ke 16 besar dari Grup G dinilai seolah sudah ”dipesan” Barca. Benfica tinggal bersaing dengan Celtic (Skotlandia) dan Spartak Moskwa (Rusia) berebut satu tiket lain.

Klub Portugal itu sudah mengawalinya dengan baik saat mencuri satu poin di kandang Celtic lewat skor 0-0, dua pekan lalu. Meski disadari tidak mudah, mereka berharap bisa memetik hasil baik saat menjamu Barcelona.

Jesus menebar mantra untuk menyuntikkan kepercayaan diri kepada pemainnya. ”Di Liga Champions selalu ada kejutan. Tahun lalu, kami dua kali menahan seri Manchester United. Kami lolos, dan mereka tidak,” kata Jesus.

”Inilah sepak bola. Tiada tim yang tidak bisa dikalahkan dan, jika hari sedang baik bagi kami dan buruk bagi mereka (Barcelona), kami bisa menang.”

Seperti sering dilontarkan banyak orang, tidak cukup berbekal taktik atau strategi genius dari pelatih hebat dan performa luar biasa dari para pemain istimewa untuk menaklukkan Barcelona. Faktor nasib atau keberuntungan juga dibutuhkan.

Celah di tubuh Barca

Barcelona saat ini sebenarnya tidak dalam bentuk terbaik mereka. Absennya dua bek tengah utama, Carles Puyol dan Gerard Pique (cedera), yang digantikan Alex Song dan Javier Mascherano, akhir-akhir ini membuat jantung pertahanan skuad Tito Vilanova limbung.

Itu celah yang bisa dimanfaatkan Jesus dan pemainnya untuk membuat kejutan. Akibat kesalahan Song dan Mascherano, Barca kebobolan 0-2, saat dijamu Sevilla, sebelum akhirnya menang 3-2 di Liga Spanyol berkat dua gol Cesc Fabregas dan gol injury time striker cadangan David Villa, Sabtu lalu.

Pada penampilan perdana Liga Champions, saat menjamu Spartak, Barcelona juga tertinggal 1-2 sebelum memukul balik dan menang 3-2 berkat dua gol Lionel Messi. Di balik limbungnya jantung pertahanannya, Barcelona memiliki segudang sumber daya untuk memenangi laga.

”Sebuah tim yang bangkit berjuang untuk mengubah hasil laga merupakan bukti tim itu punya tekad untuk terus menang,” ujar Vilanova. Untuk lawatan ke Benfica, Puyol, gelandang Andres Iniesta, dan bek Adriano dinyatakan fit. Jika Puyol dan Iniesta tampil, Barcelona bakal kian dahsyat.

Harapan baru Benfica

Optimisme mulai tumbuh di kalangan suporter Benfica setelah dilanda putus asa usai hengkangnya gelandang Javi Garcia (ke Manchester City) dan Axel Witsel (ke Zenit St Petersburg). Keduanya diganti dua pemain kurang dikenal, Nemanja Matic and Enzo Perez. Namun, setelah Benfica memimpin klasemen Liga Portugal dan belum terkalahkan dalam lima laga plus hasil positif atas Celtic, suporter yakin Benfica masih bisa diharapkan.

Striker Oscar Cardozo absen karena cedera dan akan digantikan pemain baru, Lima. Pemain Brasil ini sangat lincah dan memiliki tendangan mematikan. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau