Perampokan

Sehari, Tiga Kasus di Jakarta dan Bekasi

Kompas.com - 15/10/2012, 05:10 WIB

Jakarta, Kompas - Perampokan atau penjambretan di jalan raya masih menjadi kejahatan yang patut diwaspadai di Jakarta dan sekitarnya. Sepanjang hari Sabtu, sedikitnya tiga kasus perampokan terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pelaku diduga memanfaatkan arus lalu lintas yang agak lengang untuk beraksi. Sebagian pelaku menggunakan senjata tajam untuk mengancam korban.

Yenisman (37) menjadi korban penjambretan di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat. Emas perhiasan yang bernilai sekitar Rp 63,3 juta raib disambar komplotan perampok.

Kejadian berawal ketika Yenisman sedang naik ojek sepeda motor di kawasan tersebut, sekitar pukul 10.00. Tiba-tiba, pelaku yang mengendarai sepeda motor merek Yamaha RX King mendekati sepeda motor yang ditumpangi Yenisman dan merampas tas berisi emas perhiasan itu. Yenisman sempat melawan, tetapi pelaku menodongkan pisau sembari mengancam korban.

Tas pun berpindah tangan dan pelaku kabur dengan sepeda motor mereka. Sekitar pukul 17.30, korban baru melapor ke Polda Metro Jaya perihal kejadian ini.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Gambir Komisaris Djoko Waluyo mengatakan, pihaknya masih menelusuri kasus ini.

”Memang daerah di perbatasan antara Kecamatan Sawah Besar dan Gambir ini rawan penjambretan karena pelaku sering beraksi di antara kedua kawasan itu. Tetapi, kami sudah mendeteksi kelompok yang beraksi ini,” ujar Djoko.

Polisi jadi korban

Yang juga menjadi korban perampokan dengan kerugian kendaraan adalah Lintang Aji Wijaya (24), seorang bintara polisi yang tinggal di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Motor Lintang yang dirampas perampok adalah Kawasaki Ninja 150 R warna merah dengan nomor polisi B 6621 SUD.

Kepada penyidik Polsek Pasar Minggu, Lintang menjelaskan, perampokan terjadi di Jalan TB Simatupang RT 001 RW 07, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tepatnya sebelum SPBU Pertamina, sekitar pukul 04.30. Pelaku kejahatan ini berjumlah enam laki-laki yang mengendarai tiga sepeda motor.

Para pelaku tiba-tiba memepet laju motor korban sehingga korban mengerem sepeda motor sampai berhenti. Keenam pelaku lantas mengepung Lintang yang seorang diri.

Salah seorang pelaku turun dan mencabut kunci kontak motor korban. Pelaku lain menodongkan golok ke leher korban seraya memerintahkan korban turun dari sepeda motor. Kemudian kedua pelaku merampas motor korban dan kabur bersama komplotan perampok.

Rampas mobil

Selain perampokan yang menimpa Yenisman, kejahatan perampokan juga terjadi terhadap Jainudin (51), sopir mobil sewaan. Kepada penyidik Polres Metro Bekasi, korban menuturkan, dua laki-laki merampas mobil yang dikemudikannya di dalam Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 33 arah Jakarta.

Mobil yang ia kemudikan adalah Mitsubishi warna hitam dengan nomor polisi B 9168 UAC milik Masriah. Pelaku menyewa mobil itu, berikut sopirnya, yakni Jainudin, warga Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Sesampai di dalam tol itu, pelaku mengancam Jainudin, yakni akan membunuhnya jika berteriak. Pelaku pun menarik korban, yang duduk di belakang setir, ke bangku tengah, sementara pelaku yang duduk di samping mengambil alih kemudi.

Tidak berapa lama di mobil, kedua pelaku menurunkan korban di area tol dan kabur begitu saja, sekitar pukul 20.00.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, polisi masih menyelidiki seluruh kasus perampokan dan penjambretan yang sudah dilaporkan korban kepada pihak kepolisian.

(RTS/ART)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau