Jakarta, Kompas -
Yenisman (37) menjadi korban penjambretan di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat. Emas perhiasan yang bernilai sekitar Rp 63,3 juta raib disambar komplotan perampok.
Kejadian berawal ketika Yenisman sedang naik ojek sepeda motor di kawasan tersebut, sekitar pukul 10.00. Tiba-tiba, pelaku yang mengendarai sepeda motor merek Yamaha RX King mendekati sepeda motor yang ditumpangi Yenisman dan merampas tas berisi emas perhiasan itu. Yenisman sempat melawan, tetapi pelaku menodongkan pisau sembari mengancam korban.
Tas pun berpindah tangan dan pelaku kabur dengan sepeda motor mereka. Sekitar pukul 17.30, korban baru melapor ke Polda Metro Jaya perihal kejadian ini.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Gambir Komisaris Djoko Waluyo mengatakan, pihaknya masih menelusuri kasus ini.
”Memang daerah di perbatasan antara Kecamatan Sawah Besar dan Gambir ini rawan penjambretan karena pelaku sering beraksi di antara kedua kawasan itu. Tetapi, kami sudah mendeteksi kelompok yang beraksi ini,” ujar Djoko.
Polisi jadi korban
Yang juga menjadi korban perampokan dengan kerugian kendaraan adalah Lintang Aji Wijaya (24), seorang bintara polisi yang tinggal di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Motor Lintang yang dirampas perampok adalah Kawasaki Ninja 150 R warna merah dengan nomor polisi B 6621 SUD.
Kepada penyidik Polsek Pasar Minggu, Lintang menjelaskan, perampokan terjadi di Jalan TB Simatupang RT 001 RW 07, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tepatnya sebelum SPBU Pertamina, sekitar pukul 04.30. Pelaku kejahatan ini berjumlah enam laki-laki yang mengendarai tiga sepeda motor.
Para pelaku tiba-tiba memepet laju motor korban sehingga korban mengerem sepeda motor sampai berhenti. Keenam pelaku lantas mengepung Lintang yang seorang diri.
Salah seorang pelaku turun dan mencabut kunci kontak motor korban. Pelaku lain menodongkan golok ke leher korban seraya memerintahkan korban turun dari sepeda motor. Kemudian kedua pelaku merampas motor korban dan kabur bersama komplotan perampok.
Selain perampokan yang menimpa Yenisman, kejahatan perampokan juga terjadi terhadap Jainudin (51), sopir mobil sewaan. Kepada penyidik Polres Metro Bekasi, korban menuturkan, dua laki-laki merampas mobil yang dikemudikannya di dalam Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 33 arah Jakarta.
Mobil yang ia kemudikan adalah Mitsubishi warna hitam dengan nomor polisi B 9168 UAC milik Masriah. Pelaku menyewa mobil itu, berikut sopirnya, yakni Jainudin, warga Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.
Sesampai di dalam tol itu, pelaku mengancam Jainudin, yakni akan membunuhnya jika berteriak. Pelaku pun menarik korban, yang duduk di belakang setir, ke bangku tengah, sementara pelaku yang duduk di samping mengambil alih kemudi.
Tidak berapa lama di mobil, kedua pelaku menurunkan korban di area tol dan kabur begitu saja, sekitar pukul 20.00.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, polisi masih menyelidiki seluruh kasus perampokan dan penjambretan yang sudah dilaporkan korban kepada pihak kepolisian.