Caracas, Rabu
Maduro, yang dipilih Chavez untuk menjadi penerusnya, menanggapi kabar yang beredar bahwa kondisi Chavez memburuk. Menurut Maduro, dia telah dua kali bertemu dan berbicara dengan Chavez dalam tiga hari terakhir.
”Dia sangat menyadari kompleksitas keadaan pasca-operasi yang dialaminya. Dia juga meminta kami untuk selalu memberi tahu bangsa, selalu dengan kebenaran, walau bagaimanapun beratnya keadaan,” kata Maduro dalam rekaman wawancara di Havana, yang disiarkan Selasa malam oleh jaringan televisi Telesur di Caracas, Venezuela.
Baik pendukung maupun lawan Chavez selama pekan lalu merasa tegang di tengah isyarat yang berubah-ubah dari pemerintah mengenai kesehatan presiden itu. Chavez tidak tampil di televisi atau radio sejak operasi 11 Desember. Kabar terakhir tentang kondisinya disampaikan pemerintah pada hari Minggu, yaitu berupa ada komplikasi baru
Maduro tidak memberi rincian baru mengenai komplikasi Chavez dalam wawancara yang dilakukannya. Namun, seperti sekutu Chavez lainnya, dia mendesak rakyat Venezuela untuk mengabaikan gosip. Menurut dia, kabar angin itu tersebar karena ”kebencian musuh-musuh Venezuela”.
Dia tak merujuk pada isu tertentu. Namun, salah satu isu yang beredar di internet menyebut Chavez dalam keadaan koma.
Maduro mengatakan, Chavez menghadapi ”keadaan yang ringkih dan kompleks”. Namun, ketika berbicara dengan presiden dan memandang wajahnya, Chavez tampak memiliki kekuatan yang sama seperti biasanya.
”Kita terus-menerus mengharapkan perkembangannya yang positif. Kadang-kadang keadaannya sedikit membaik, kadang-kadang tetap,” katanya.
Pernyataan Maduro mengenai Chavez itu diberikan pada akhir wawancara. Di bagian awal, dia dengan panjang lebar memuji program Pemerintah Venezuela, mengenang sejarah revolusi Kuba, dan membicarakan apa yang disebutnya kekuatan jangka panjang gerakan Revolusi Bolivar ala Chavez.
Maduro menyebutkan, mantan Presiden Kuba Fidel Castro telah berkunjung ke rumah sakit dan memuji Pemerintah Kuba.
Kelompok oposisi di Venezuela berkomentar di Twitter saat wawancara itu disiarkan. Sebagian mengatakan, Maduro terdengar seperti juru bicara Pemerintah Kuba. Banyak lawan Chavez mengkritik Maduro karena sedikitnya informasi yang dia berikan. Mereka menuduhnya menyembunyikan rincian kunci mengenai kondisi Chavez.
Informasi resmi mengenai kondisi medis Chavez sangat sedikit diketahui publik sejak para dokter Kuba mendeteksi kanker di daerah panggul pada Juni 2011. Sementara itu, ketidakpastian politik meningkat walau Chavez kembali memenangi pemilu pada Oktober. Dia dijadwalkan dilantik pada 10 Januari, tetapi kecil kemungkinan hal itu bisa terlaksana.
Konstitusi menetapkan bahwa pemilu baru harus diadakan dalam 30 hari kalau Chavez meninggal atau dinyatakan tak bisa menjabat sebelum pelantikannya. (AP/AFP/DI)