Venezuela

Kondisi Chavez Masih Ringkih

Kompas.com - 03/01/2013, 03:26 WIB

Caracas, Rabu - Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro kembali ke negaranya, Rabu (2/1), setelah mengunjungi Presiden Hugo Chavez di Kuba. Menurut Maduro, kondisi Chavez masih ringkih tiga pekan setelah operasi kankernya.

Maduro, yang dipilih Chavez untuk menjadi penerusnya, menanggapi kabar yang beredar bahwa kondisi Chavez memburuk. Menurut Maduro, dia telah dua kali bertemu dan berbicara dengan Chavez dalam tiga hari terakhir.

”Dia sangat menyadari kompleksitas keadaan pasca-operasi yang dialaminya. Dia juga meminta kami untuk selalu memberi tahu bangsa, selalu dengan kebenaran, walau bagaimanapun beratnya keadaan,” kata Maduro dalam rekaman wawancara di Havana, yang disiarkan Selasa malam oleh jaringan televisi Telesur di Caracas, Venezuela.

Tegang

Baik pendukung maupun lawan Chavez selama pekan lalu merasa tegang di tengah isyarat yang berubah-ubah dari pemerintah mengenai kesehatan presiden itu. Chavez tidak tampil di televisi atau radio sejak operasi 11 Desember. Kabar terakhir tentang kondisinya disampaikan pemerintah pada hari Minggu, yaitu berupa ada komplikasi baru dari infeksi di saluran pernapasan.

Maduro tidak memberi rincian baru mengenai komplikasi Chavez dalam wawancara yang dilakukannya. Namun, seperti sekutu Chavez lainnya, dia mendesak rakyat Venezuela untuk mengabaikan gosip. Menurut dia, kabar angin itu tersebar karena ”kebencian musuh-musuh Venezuela”.

Dia tak merujuk pada isu tertentu. Namun, salah satu isu yang beredar di internet menyebut Chavez dalam keadaan koma.

Maduro mengatakan, Chavez menghadapi ”keadaan yang ringkih dan kompleks”. Namun, ketika berbicara dengan presiden dan memandang wajahnya, Chavez tampak memiliki kekuatan yang sama seperti biasanya.

”Kita terus-menerus mengharapkan perkembangannya yang positif. Kadang-kadang keadaannya sedikit membaik, kadang-kadang tetap,” katanya.

Pernyataan Maduro mengenai Chavez itu diberikan pada akhir wawancara. Di bagian awal, dia dengan panjang lebar memuji program Pemerintah Venezuela, mengenang sejarah revolusi Kuba, dan membicarakan apa yang disebutnya kekuatan jangka panjang gerakan Revolusi Bolivar ala Chavez.

Maduro menyebutkan, mantan Presiden Kuba Fidel Castro telah berkunjung ke rumah sakit dan memuji Pemerintah Kuba.

Kelompok oposisi di Venezuela berkomentar di Twitter saat wawancara itu disiarkan. Sebagian mengatakan, Maduro terdengar seperti juru bicara Pemerintah Kuba. Banyak lawan Chavez mengkritik Maduro karena sedikitnya informasi yang dia berikan. Mereka menuduhnya menyembunyikan rincian kunci mengenai kondisi Chavez.

Informasi resmi mengenai kondisi medis Chavez sangat sedikit diketahui publik sejak para dokter Kuba mendeteksi kanker di daerah panggul pada Juni 2011. Sementara itu, ketidakpastian politik meningkat walau Chavez kembali memenangi pemilu pada Oktober. Dia dijadwalkan dilantik pada 10 Januari, tetapi kecil kemungkinan hal itu bisa terlaksana.

Konstitusi menetapkan bahwa pemilu baru harus diadakan dalam 30 hari kalau Chavez meninggal atau dinyatakan tak bisa menjabat sebelum pelantikannya. (AP/AFP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau