Kilas

Serahkan DIPA ke Pimpinan Daerah, Jokowi Ingatkan Semangat APBN 2019

Kompas.com - 12/12/2018, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Presiden RI Jokowi mengingatkan bahwa APBN 2019 memiliki semangat untuk mendorong investasi dan daya saing melalui pembangunan SDM yang sehat dan mandiri.

Tak cuma itu, Presiden Jokowi menngatakan bahwa APBN 2019 memiliki semangat untuk mendorong investasi dan daya saing melalui pembangunan SDM yang sehat dan mandiri.

"Volume APBN 2019 meningkat 13,7 persen, dari Rp 1,903 triliun menjadi Rp. 2,1 triliun. Maka dari itu, pemerintah harus terus bekerja keras guna mencapai target penerimaan tersebut baik dari sisi perpajakan maupun non perpajakan," kata Jokowi dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima. 

Meski begitu, lanjut Jokowi, jangan sampai usaha mencapai target menganggu iklim usaha. Untuk itu dukungan insentif bagi kegiatan usaha dan investasi terus dilanjutkan.

Jokowi sendiri mengatakan itu saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019 kepada pemerintah daerah di Istana Negara, Selasa (12/12/2018).

Baca jugaPelayanan Publik Baik, Pemprov Sulut Raih Penghargaan dari Ombudsman

Salah satu yang menerima Dipa dari Presiden adalah Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O.E. Kandouw.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, dari sisi belanja volume APBN 2019 mencapai Rp 2.461,1 triliun atau naik 11 persen dari volume belanja pada 2018 sebesar Rp 2.217,2 triliun.

"Dengan demikian pemerintah harus mengalokasikan belanja dengan baik dan akuntabel guna meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mempercepat pembangunan," kata Presiden. 

Persiden Jokowi dalam acaran penyerahaan Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019 ke pimpinan provinsi, kementerian/lembaga non kementerian di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/12/2018).Dok. Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Persiden Jokowi dalam acaran penyerahaan Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2019 ke pimpinan provinsi, kementerian/lembaga non kementerian di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Total nilai DIPA tahun 2019 yang Presiden Jokowi serahkan kepada kementerian/lembaga  Rp 855.4 triliun dan belanja non kementerian/ lembaga Rp 778.9 triliun.

Adapun transfer dana ke daerah dan dana desa sebesar Rp 826.8 triliun. Presiden menyerahkan bukti transfer tersebut kepada gubernur yang merupakan wakil dari pemerintah pusat di daerah.

Presiden minta kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah harus fokus dalam belanja APBN. Jangan sampai APBN menguap sia-sia tanpa hasil yang jelas seperti belanja rutinitas, belanja birokrasi atau operasional, tapi lupa pemanfaatannya untuk rakyat.

“APBN harus mengacu pada money folow program. Jangan hanya dipakai kanan kiri atas bawah penggunaan tidak jelas dan tidak fokus,” tegasnya.

Baca juga: Pemprov Sulut Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2019 Meningkat

Dalam laporannya, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa belanja pemerintah pada 2019 di fokuskan untuk mendukung pembangunan SDM, peningkatan daya saing, ekspor dan investasi serta peningkatan value for money.

Penetapan asumsi dasar ekonomi makro tahun 2019 dipengaruhi oleh kewaspadaan atas tingginya ketidakpastian global. Untuk pertumbuhan ekonomi diproyeksikan sebesar 5.3 persen dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 15.000 per dolar.

Selain Wagub Sulut yang menerima Dipa, perlu diketahui pada Rabu (12/12/2018) pagi, Gubernur Olly Dondokambey menyerahkan secara langsung DIPA APBN 2018 kepada Pemerintah Kabupaten Kota, TNI, Polri dan instansi vertikal yang ada di Sulut. 

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau