Advertorial

Kembali Bugar dan Siap Tantangan Baru, Begini Tip Pulihkan Tubuh Pascamaraton

Kompas.com - 29/07/2024, 10:58 WIB

KOMPAS.com – Bagi para pelari maraton, persiapan sebelum lomba sudah menjadi rutinitas wajib. Namun, tahukah Anda bahwa pemulihan setelah mencapai garis finis sama penting dengan persiapan sebelum berlari?

Pemulihan yang tepat dapat menentukan seberapa cepat tubuh kembali bugar dan siap untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Selama maraton, jaringan otot mengalami tekanan besar yang dapat menyebabkan kerusakan. Organ vital, seperti jantung, juga perlu dikembalikan ke kondisi normal agar tubuh dapat berfungsi optimal.

Untuk membantu pelari pulih lebih cepat, beberapa ahli kesehatan memberikan tip pemulihan usai mengikuti lari maraton secara efektif.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Surya Santosa, SpKO, menyarankan pelari untuk tetap bergerak selama 10-15 menit setelah melewati garis finis.

Baca juga: Penting buat Peserta Pocari Sweet Run 2024, Penuhi Kecukupan Nutrisi dan Hidrasi

"Pelari dapat melakukan peregangan aktif agar jantung dan aliran darah beradaptasi kembali ke ritme normal secara bertahap," ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (26/7/2024).

Surya memperingatkan bahaya berhenti mendadak setelah berlari. Hal ini, kata dia, dapat memperlambat sirkulasi darah secara tiba-tiba sehingga darah terkumpul pada titik gravitasi terendah dan menimbulkan keluhan pusing, bahkan hingga pingsan.

“Untuk meredakan nyeri otot, pelari dapat melakukan ice bath segera setelah maraton. Namun, beberapa hari kemudian, disarankan untuk beralih ke air hangat guna meningkatkan sirkulasi darah dan mempercepat pemulihan,” saran Surya.

Meski sports massage terdengar menarik untuk relaksasi, Surya tidak menganjurkannya segera setelah marathon.

"Sports massage bisa memperburuk nyeri dan cedera jika dilakukan terlalu dini. Sebaiknya tunggu 3-4 hari setelah maraton," tambahnya.

Pemenuhan nutrisi juga krusial dalam pemulihan. Dokter Spesialis Gizi Klinik Mayapada Hospital Bandung dr Shiela Stefani, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, menekankan bahwa pelari perlu menjaga asupan gizi seimbang.

Baca juga: Runners Wajib Tahu, Pelajari Metode RICE untuk Pertolongan Pertama Ketika Cedera

"Dalam 1-2 jam setelah maraton, pelari sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, terutama dari sayur dan buah," sarannya.

Hidrasi menjadi faktor penting lain yang perlu diperhatikan. Shiela menjelaskan, konsumsi cairan pengganti idealnya sebesar 150 persen dari berat badan yang hilang selama 6 jam pertama setelah maraton.

“Misalnya, jika berat badan turun 1 kg, harus minum air sebanyak 1.500 ml,” jelas Shiela.

Rehidrasi, lanjut Shiela, sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan dalam jumlah besar sekaligus. Pelari dapat memilih air mineral, minuman isotonik, atau minuman berbahan dasar susu. Hindari konsumsi alkohol berlebih karena dapat memperparah dehidrasi dan memperlambat pemulihan.

Tidur berkualitas juga berperan penting dalam perbaikan jaringan tubuh. Pelari disarankan untuk tidur siang atau sore setelah maraton. Namun, hindari penggunaan obat pereda nyeri dalam beberapa hari pertama karena dapat membebani kerja hati.

Para ahli merekomendasikan masa istirahat yang cukup sebelum kembali berlari maraton. Beberapa menyarankan satu hari istirahat untuk setiap mil yang dilalui atau sekitar 26 hari, sedangkan ahli lain merekomendasikan satu hari istirahat untuk setiap kilometer atau sekitar 42 hari.

Setelah beberapa hari, pelari dapat mulai melakukan olahraga ringan, seperti renang atau bersepeda, sambil tetap memperhatikan kondisi tubuh. Jika masih terasa nyeri atau lelah, jangan ragu untuk beristirahat kembali.

Baca juga: Dukung Keselamatan Pelari di Pocari Sweat Run Indonesia 2024, Ini Inisiatif Mayapada Hospital

Pemulihan pascamaraton memerlukan pendekatan yang tepat dan personal. Layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) di Mayapada Hospital menawarkan panduan dari ahli seperti dr Surya dan dr Shiela.

SITPEC dikhususkan untuk atlet dan penggemar olahraga, menyediakan perencanaan olahraga, penanganan cedera, serta penentuan nutrisi dan hidrasi yang optimal.

Mayapada Hospital juga telah mendukung kesehatan lebih dari 13.000 pelari dalam ajang Pocari Sweat Run Indonesia 2024 di Bandung pada 20-21 Juli 2024, Jawa Barat.

Setelah ajang tersebut rampung, para peserta bisa memanfaatkan promo Medical Check Up (MCU) Runner di seluruh unit Mayapada Hospital untuk pemulihan pascamaraton dan meningkatkan performa.

Dengan menerapkan tip pemulihan di atas dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, para pelari dapat kembali fit dan siap menghadapi tantangan lari berikutnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau