Advertorial

Masuk Usia Emas? Saatnya Lebih Peka terhadap Kesehatan Jantung

Kompas.com - 22/08/2025, 16:26 WIB

KOMPAS.com - Memasuki masa pensiun, tubuh sering memberi sejumlah isyarat kecil, seperti cepat lelah, napas terasa pendek, atau ada nyeri dada.

Sebagian orang menganggap gejala tersebut wajar karena faktor usia. Padahal, kondisi ini bisa saja tanda awal penyakit jantung koroner yang tidak boleh diabaikan. 

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung menyempit atau tersumbat akibat penumpukan lemak atau kolesterol. 

Kondisi tersebut menyebabkan aliran oksigen ke jantung terhambat sehingga muncul berbagai keluhan, mulai dari nyeri dada hingga serangan jantung.

Sayangnya, kondisi tersebut sering kali tidak disadari saat keluhan muncul secara tiba-tiba. 

Pada umumnya nyeri dada terasa seperti ditekan atau terbakar, kadang menjalar ke lengan, rahang, leher, atau punggung. 

Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas, keringat dingin, mual, dan pusing. 

Penyakit jantung koroner sendiri sering kali dipicu oleh berbagai faktor risiko, seperti kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, stres berlebihan, dan faktor keturunan. 

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Nyeri Dada, Segera Pastikan Penyebabnya di Chest Pain Unit Mayapada Hospital

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi Mayapada Hospital Kuningan, dr Amir Aziz Alkatiri, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, mengatakan bahwa langkah pencegahan jantung koroner sebenarnya sederhana dan bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. 

"Pencegahan penyakit jantung koroner sangat penting dilakukan sejak dini. Masyarakat perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi jantung secara menyeluruh,” ujar dr Amir dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (22/8/2025). 

Oleh karena itu, pemeriksaan rutin kondisi jantung menjadi penting, khususnya bagi mereka yang telah memasuki masa pensiun.

Pastikan Anda memeriksakan kondisi jantung secara rutin dan manfaatkan layanan Chest Pain Unit Mayapada Hospital untuk deteksi dini. 

Layanan tersebut memberikan evaluasi cepat dan menyeluruh, dimulai dari pemeriksaan tanda vital, EKG, hingga konsultasi dokter. Pemeriksaan dapat diberikan secara gratis bagi pasien dengan keluhan nyeri dada apabila setelah evaluasi awal tidak ditemukan indikasi gangguan jantung. 

Bagi pasien yang terindikasi memiliki penyakit jantung akan mendapat rujukan cepat ke dokter spesialis atau subspesialis untuk penanganan lebih lanjut sesuai protokol medis.

Chest Pain Unit terintegrasi dengan layanan unggulan Cardiovascular Center Mayapada Hospital yang mampu menangani masalah jantung kompleks secara komprehensif dan berstandar internasional. 

Baca Juga: Nyeri Dada Serangan Jantung atau Hanya Sekadar Nyeri? Cek Gratis di Sini!

Adapun penanganan yang ditawarkan mulai dari pencegahan dan deteksi dini, diagnosis, intervensi jantung, bedah jantung, hingga rehabilitasi jantung. Layanan tersebut didukung tim dokter multidisiplin berpengalaman dan teknologi mutakhir. 

Jika terjadi serangan jantung mendadak, segera hubungi layanan 24 jam Cardiac Emergency 150990. Layanan ini memiliki tindakan Primary PCI dengan protokol door-to-balloon kurang dari 90 menit. 

Layanan tersebut juga dapat diakses melalui fitur Emergency Call di aplikasi MyCare

Melalui aplikasi MyCare, Anda bisa booking konsultasi dan skrining jantung kapan pun dan di mana pun. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Health Articles and Tips yang berisikan informasi dan tip seputar kesehatan jantung. 

Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit. Fitur ini berfungsi untuk memantau jumlah langkah harian, kalori yang terbakar, detak jantung, hingga body mass index (BMI). 

Unduh aplikasi MyCare sekarang dan dapatkan poin reward berupa potongan harga untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau